St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou Sepenuh Hati MeLayani Bidang Medis Bagi Pasien

QQ截图20170413163552Sepenuh Hati Memberikan Layanan Medis Bagi Pasien

Pelayanan 7×24 jam St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, kami dengan sepenuh hati mendengarkan pertanyaan dan menjawab setiap keraguan pasien, memberikan saran pengobatan terbaik bagi pasien. Tim medis akan mengadakan konsultasi multidisiplin untuk program pengobatan pasien, memberikan program pengobatan terbaik sesuai dengan kondisi penyakit masing-masing pasien.

Jika pasien memiliki pertanyaan dapat berkomunikasi dengan Ahli Onkologi di kantor perwakilan atau melalui telepon, konsultasi online, teleconference, e-mail dan media komunikasi lainnya, Anda akan mendapat jawaban yang memuaskan dari pertanyaan Anda.

 QQ截图20170413163612

Tim Medis Multidisiplin (MDT)

Merupakan sebuah tim yang terdiri dari ahli onkologi berbagai departemen medis, seperti Onkologi,Surgery,Ahli Osteologi, Traditional Chinese Medicine (TCM), Intervensi, Perawatan, Gizi long term side effects of levitra dan berbagai Tenaga Ahli dari departemen lainnya,dengan demikian menghemat waktu dan biaya bagi pasien untuk mencari tenaga Ahli spesialis ke beberapa Rumah Sakit untuk berkonsultasi ke beberapa Ahli spesialis yang profesional. Berdasarkan kondisi pasien, mereka akan menentukan metode pengobatan yang sesuai, meminimalisir efek samping, memperpanjang harapan hidup ,meningkatkan kualitas hidup dan efektifitas pengobatan.

8楼VIP 8楼VIP病房2

Mengapa Memilih kami?

Tim MDT akan menentukan serangkaian metode dan Efisiensi proses pengobatan , hal ini dapat meminimalisir segi efisien waktu dan biaya bagi pasien  mencari beberapa Ahli spesialis ke beberapa Rumah Sakit(misalnya:  ,Spesialis Tulang, Spesialis Surgery,Spesialis Onkologi,Spesialis Ginekologi,dll) , agar pasien mendapat efektifitas pengobatan yang memuaskan secara medis.

18 teknologi pengobatan kanker minimal invasif dapat secara maksimal mengurangi efek samping yang dialami pasien, serta memperpanjang harapan hidup dan efektifitas pengobatan. Rumah sakit kanker berakreditas JCI akan memberikan layanan perawatan medis berkualitas tinggi dan berstandar internasional,hal ini sangat mendukung proses pemulihan pasien. Singapore Stamford Medical Group memiliki tim management medis yang maju.

Dokter sedang menerapkan Microwave Ablation (MWA) 751

Dipublikasi di 未分类 | Tinggalkan Komentar

MINIMAL INVASIF IS A NEW TREATMENTS FOR CANCER

QQ截图20170413163302

JAMBI

Tanggal:Kamis, 20 April 2017

Waktu:17:30 – selesai

Tempat:Aston Hotel Jl. Sultan Agung No. 99, Jambi

PALEMBANG

Tanggal:Jumat, 21 April 2017

Waktu:17:30 – selesai

Tempat:Aryaduta Hotel,Jl. POM IX, Kompleks Palembang Square Mall, Palembang

Reservasi sekarang!

  Apakah Operasi dan Kemoradioterapi adalah Satu-Satunya Pengobatan Untuk Pasien Kanker?

Kanker adalah salah satu jenis penyakit yang paling mengancam kehidupan manusia. Menurut data statistik medis, Indonesia menempati peringkat ke-4 kasus kanker pada pria atau wanita,lebih tinggi daripada Malaysia dan Myanmar. Angka kematian akibat kanker payudara, kanker paru, kanker hati dan kanker usus cukup tinggi. Tetapi kanker tidak berarti kematian. Jika dilihat dari perkembangan medis yang ada saat ini, banyak pasien kanker yang jika dapat terdeteksi sejak dini dan ditangani dengan pengobatan yang tepat, akan mendapatkan hasil pengobatan yang efektifdan dapat kembali menjalani kehidupan dengan sehat.

Teknologi Minimal Invasif Terbaru 2017, Membawa Harapan Pengobatan Baru

Pada 11 April 2017 di Balikpapan, 12 April 2017 di Banjarmasin, 20 April 2017 di Jambi dan 21 April 2017 di Palembang, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou akan memperkenalkan beberapa Teknologi Minimal Invasif Terbaru 2017 seperti Cryosurgery, Intervensi, Penanaman Biji Partikel, NanoKnife dan beberapa teknologi lainnya. Dengan luka sayatan 2-3mm, teknologi ini mampu membunuh sel kanker secara akurat. Teknologi pengobatan ini minim luka dan trauma, proses pemulihan yang lebih cepat, serta dapat meningkatkan kualitas hidup pasien sehingga pasien dapat menjalani kehidupan yang lebih baik.

Bawa pertanyaan serta hasil medis terbaru Anda dan hadiri kegiatan diskusi kami, Profesor kami akan membantu menjawab semua pertanyaan Anda dan membantu memberikan rekomendasi pengobatan yang tepat secara GRATIS.

Tempat terbatas, segera daftar dan hubungi kami.

Mari Melawan Kanker Bersama Kami!

Dipublikasi di 未分类 | Tinggalkan Komentar

Terminal Symptoms of Ovarian Cancer

Ovarian cancer is a kind of gynecological disease that seriously does harm to women health. The hazard index of ovarian cancer ranks the third among all the female reproductive cancer types, just after cervical cancer and uterine corpus cancer. Ovarian cancer not only affects female reproductive health, but also harms female’s life. Therefore, the detection and treatment of ovarian cancer are of great importance. Experts from Modern Cancer Hospital are going to show you the terminal symptoms of ovarian cancer.

1. Compression symptoms
The growth of tumor may cause compression to the surrounding tissues and nerves, which results in symptoms such as pain in abdomen, lumbar and sciatic nerve, etc. The compression of pelvic veins may result in edema of lower limbs; the compression of bladder may result in frequent and difficult urination, uroschesis; the compression of rectum may result in difficult defecation; the compression of gastrointestinal tract may result in symptoms of digestive tract; the compression of diaphragm may result in dyspnea.

2. Abdominal symptoms
Patients may suffer from symptoms like abdominal distension, mass and ascites because of the quick growth of tumor. Small tumor can be detected via pelvioscopy, and the tumor can be touched as it grows bigger.

3. Other symptoms
Advanced ovarian cancer may result in symptoms like marasmus, severe anima. Pain in abdomen and lumbar may be caused by the rupture, bleeding and infection of ovarian tumor.

Compared with the early ovarian cancer, advanced ovarian cancer grows faster and is easier to metastasize and spread. Once symptoms are found, patients should go to the hospital for examinations consciously. Experts from Modern Cancer Hospital Guangzhou remain that if got ovarian cancer, patients should actively look for better hospital and treatment, so as to restore to health early.

Dipublikasi di Modern Cancer Hospital Guangzhou, Ovarian cancer | Tinggalkan Komentar

Keluhan Umum Pasien Kanker Ovarium Stadium Awal

Meskipun tingkat kematian kanker ovarium hanya menempati angka 3% dibandingkan dengan jenis kanker lainnya, namun angka tersebut merupakan tingkat kematian tertinggi pada kanker sistem reproduksi wanita. Lalu, keluhan apa saja yang sering dialami oleh pasien kanker ovarium stadium awal?

1. Vulva Dan Edema
Kanker ovarium dapat menimbulkan keluhan di bagian vulva dan edema. Hal ini disebabkan Karena pembuluh darah vena bagian panggul mengalami tekanan dari tumor, yang kemudian menghambat sirkulasi cairan tubuh, sehingga akumulasi cairan tubuh dapat menyebabkan edema lokal.

2. Rasa Tidak Nyaman di Bagian Perut
Dikarenakan berat tumor tersebut, pada saat motilitas gastrointestinal atau posisi tubuh berubah, tumor akan ikut bergerak bersamaan dengan panggul, sehingga pasien mengalami rasa tidak nyaman pada bagian ketiak dan perut.
Selain itu, para ahli Modern Cancer Hospital Guangzhou menunjukkan bahwa untuk menghindari rasa sakit pada perut, pasien harus segera menjalani pengobatan, jangan sampai menunda waktu pengobatan.

3. Periode Haid Mulai Berkurang Atau Berhenti
Para pasien kanker ovarium tanpa sadar banyak yang mengalami perubahan periode haid. Keluhan tersebut tidak cukup untuk mendeteksi kanker ovarium, namun ketika tumor semakin membesar, akan timbul disfungsi ovarium, sehingga periode haid pun berkurang atau bahkan berhenti. Para ahli Modern Cancer Hospital Guangzhou menunjukkan bahwa gangguan menstruasi pada wanita dewasa merupakan tanda awal dari disfungsi ovarium, disarankan untuk segera menjalani pemeriksaan secara detail.

4. Rasa Sakit Pada Bagian Pinggang dan Perut
Tumor atau kanker ovarium dapat menyebabkan rasa sakit dan kram pada bagian pinggang dan perut. Dengan menekan bagian pinggang dan perut, kaum wanita bisa menentukan normal tidaknya benjolan pada abdomen. Jika benjolan terasa keras, segeralah menjalani pemeriksaan secara medis.

5. Gejala Gastrointestinal
Bagi kaum wanita menopause yang menemukan rasa sakit di bagian usus atau lambung, dan obat-obatan tidak dapat meredakan rasa sakit tersebut, segeralah melakukan pemeriksaan ginekologi. Tumor atau kanker ovarium juga dapat menyebabkan gejala gastrointestinal.

6. Gangguan Hormon
Jenis patologis kanker ovarium sangatlah kompleks, kanker ovarium dapat menyebabkan tubuh mengalami sekresi secara berlebihan, baik berupa estrogen ataupun androgen. Oleh karena itu, pasien kanker ovarium sering mengalami pubertas prekoks, gangguan menstruasi, pendarahan vagina setelah menopause, bahkan terkadang muncul tanda-tanda kemaskulinan.

Dipublikasi di Modern Cancer Hospital Guangzhou | Tinggalkan Komentar

Pengobatan Kanker Hati Di China

Kanker hati adalah salah satu penyakit dengan tingkat insiden yang tinggi dan sangat berbahaya. Karena stadium awal kanker hati seringkali tidak memiliki gejala khusus, di mana pada stadium tengah dan lanjut gejala biasanya muncul lebih signifikan. Jadi, ketika sudah terdiagnosis kanker hati, biasanya sudah memasuki stadium tengah atau lanjut, sehingga pengobatan kanker akan jauh lebih sulit. Dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat di China, semakin banyak pasien asing yang memilih untuk melaukan pengobatan kanker di China.

Tehnik pengobatan kanker hati konvensional meliputi operasi, kemoterapi dan radioterapi. Secara umum, operasi adalah pengobatan pertama kanker hati, tapi bagi sebagian besar pasien yang melakukan operasi memiliki risiko yang besar, menyebabkan kerusakan yang serius pada tubuh. Kemoradioterapi adalah tehnik pengobatan kanker hati lainnya, karena memiliki begitu banyak efek samping, perlahan metode ini tidak menjadi pilihan bagi pasien dan dokter.

Selain itu, menurut ahli Modern Cancer Hospital Guangzhou, Profesor Peng Xiao Chi menjelaskan bahwa telah muncul teknologi pengobatan minimal invasif modern untuk kanker hati seperti: Intervensi, Cryosurgery, Microwave Ablation, Imunoterapi dan lainnya.

Pengobatan Intervensi dilakukan di bawah panduan pencitraan DSA, dengan luka sayatan 1-2mm, kemudian kateter khusus, peralatan mikro lainnya dimasukkan hingga ke lokasi tumor, obat anti-kanker disalurkan hingga ke pusat tumor, embolisasi dilakukan untuk menyumbat pembuluh darah, membuat “tumor mati” sehingga “mati kelaparan”, sementara itu agen emboli membawa obat anti-kanker ke dalam tumor, memainkan peran kemoterapi lokal.

Cryosurgery pada dasarnya adalah pengobatan kanker secara “Hipotermia + Hipertermia”. Pertama-tama gas argon disalurkan ke jaringan tumor menyebabkan temperatur turun hingga -180℃ dan tumor menjadi bola es, setelah itu gas helium disalurkan membuat suhu seketika naik menjadi 20℃~40℃, membuat tumor meleleh dan meledak, sehingga tujuan menghancurkan tumor pun tercapai.

Metode Microwave Ablation dilakukan dibawah panduan pencitraan, jarum microwave ablation dimasukkan melalui kulit menuju pusat tumor, kemudian gelombang mikro dikeluarkan secara berkelanjutan, molekul polar dalam jaringan tumor di bawah dengan kecepatan tinggi, sehingga menghasilkan panas yang meningkatkan temperatur tumor. Ketika temperature di atas 60℃, protein tumor akan terkoagulasi mengakibatkan nekrosis tumor.

Imunoterapi tidak hanya membunuh sel kanker, membersihkan tubuh dari berbagai lesi, mencegah kekambuhan kanker dan metastasis, dan juga memulihkan sistem kekebalan tubuh yang rusak serta menghambat pertumbuhan tumor.

Teknologi pengobatan Minimal Invasif minim rasa sakit, minim efek samping dan efektif, metode ini semakin banyak diterapkan dalam pengobatan kanker di China. Modern Cancer Hospital Guangzhou merupakan rumah sakit yang telah terakreditasi JCI Amerika, rumah sakit yang memberikan pengobatan kanker dengan teknologi minimal invasif, para pasien dari luar negri dipersilahkan datang ke China untuk menjalani pengobatan kanker.

Dipublikasi di Kanker Hati, Modern Cancer Hospital Guangzhou | Tinggalkan Komentar

Penelitian Akademik Kanker, Fokus Kepada Pasien Kanker

Upacara Pembukaan Proyek Penelitian St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou oleh Komisi Perencanaan Kota
Pada 26 Februari 2016, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou mengumumkan proyek penelitian , dan meraih proyek penelitian dari Komisi Perencanaan Kota. Pada 5 Desember, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou mengadakan Upacara Pembukaan Proyek Penelitian oleh Komisi Perencanaan Kota. Turut hadir dalam acara ini antara lain Profesor, Dokter Kepala, Dokter Pembimbing dari Medical College of Jinan University, serta Profesor Xu Meng dari Biological Treatment Committee of Guangdong Provincial Anti-Cancer Association untuk ikut membahas dan memberikan bimbingan. Vice President dari St. Stamford International Medical Group, Tu Xiaoming; Kepala Rumah Sakit St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou dan para pimpinan lainnya serta para tim peneliti juga turut berpartisipasi dalam upacara pembukaan ini.

1
Para Anggota Panitian Proyek Penelitian

Laporan pembukaan kali ini disampaikan oleh Profesor Huang Deliang dari St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, yaitu mengenai . Prof. Huang Deliang menjelaskan, tema penelitian kali ini adalah tentang proses Ablasi lokal pada Metode NanoKnife yang dikombinasikan terapi Gemcitabine dan metode lain kombinasi Terapi Gemcitabine, membandingkan efektifitas pengobatan dan serta menilai keamanan metode-metode tersebut, hal ini bertujuan untuk aplikasi klinis yang lebih baik. Penelitian ini telah disetujui oleh Guangzhou Institute of Information Science and Technology, merupakan terobosan dan inovasi baru dalam pengobatan kanker pankreas.

2
Pelaksana Proyek Penelitian Huang Deliang

Selanjutnya, para tim peneliti melakukan studi kelayakan dan perdebatan sengit. Salah satu fokus diskusi kali ini adalah pengobatan kanker pankreas menggunakan metode NanoKnife yang memiliki efektifitas pengobatan hingga 100% yang akan dikombinasikan dengan Terapi Gemcitabine untuk mencapai efek terapeutik yang lebih baik. Wakil Direktur St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, Pembimbing Dokter, Profesor Wang Xin menuturkan, asalkan hasil kombinasi pengobatan ini menunjukkan rata-rata kelangsungan hidup pasien yang lebih panjang, maka penelitian dapat dinyatakan berhasil. Sementara itu, tim peneliti juga akan mempelajari proses diskusi dan rincian semua analisis untuk memastikan keberhasil dari penelitian.

3
Pembukaan Proyek Penelitian

Akhirnya, Profesor Xu Meng memberikan penilaian dan bimbingan pada subjek penelitian kali ini, yaitu penelitian medis harus tepat dan terdepan. Selama studi, setiap peneliti perlu mencatat kebutuhan mereka untuk memperbaiki dan fokus pada indeks penelitian, serta harus menyelesaikan 30 kasus pengobatan NanoKnife kombinasi Terapi Gemcitabine pada aplikasi kinis di rumah sakit mereka sendiri. Ia berharap, para tim peneliti dapat mengerjakan penelitian ini dengan baik untuk meningkatkan kemajuan pada pengobatan NanoKnife, menjadikan ini sebagai terobosan dalam pengobatan kanker pankreas, membentuk karakteristik teknologi terdepan dari kombinasi NanoKnife dengan pengobatan lainnya. Diawali dari penyakit kanker pankreas yang akhirnya bermanfaat untuk lebih banyak pasien kanker lainnya.

4
Vice President of St. Stamford International Medical Group, Tu Xiaoming

Pada laporan pembukaan, Vice President St. Stamford International Medical Group, Tu Xiaoming menyatakan, mengusahakan proyek ini untuk dapat melewati Komisi Perencanaan Kota adalah hal yang sangat sulit, ada 2 proposal St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou yang diajukan untuk penelitian, salah satunya adalah proposal yang disampaikan oleh Prof. Dai Wanyan dengan subjek studi . Ini membuktikan bahwa St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou memiliki teknologi dan inovasi terdepan dalam pengobatan kanker dan tingkat penelitian akademis yang baru. Upacara pembukaan ini menarik perhatian masyarakat luas. Guangdong News, salah satu platform kesehatan terlebih dahulu menerbitkan artikel ini.
Direct link:

http://life.southcn.com/g/m/2016-12/06/content_161118495.htm

Dipublikasi di JCI, Modern Cancer Hospital Guangzhou, Nanoknife | Tinggalkan Komentar

Kanker Serviks

Apa itu Kanker Serviks?

Kanker serviks adalah tumor ganas yang terjadi pada rahim vagina serta leher rahim. Kanker serviks banyak terjadi di usia sekitar 50 tahunan, terutama di kalangan wanita yang menikah dan melahirkan di usia muda, terlalu sering melahirkan, dan terjangkit virus HPV. Namun beberapa tahun terakhir kanker serviks semakin banyak menyerang kalangan usia muda.

Seberapa Tinggi Angka Kejadian Kanker Serviks?

Kanker serviks menempati urutan ke-3 pada tingkat kejadian seluruh jenis kanker. Di dunia setiap tahunnya terdapat sekitar 53 ribu wanita yang terdiagnosa kanker serviks, dan 85% diantaranya berasal dari negara berkembang.

Apa Penyebab Kanker Serviks?

70% kanker serviks disebabkan oleh virus HPV. Selain itu, anker serviks bisa juga disebabkan oleh rokok dan virus HPV dan beberapa faktor penyebab lainnya.

Faktor penyebab lain dimaksud, misalnya infeksi klamidia, pola makan buruk, sering bersentuhan dan mengkonsumsi obat yang mengandung hormon, memiliki keluarga dengan histori kanker serviks, sering mengkonsumsi obat kontrasepsi, berhubungan seks dan melahirkan pada usia dini, terlalu sering melahirkan dan sebagainya.

Gejala Kanker Serviks?
1. Haid tidak teratur atau muncul pendarahan pasca menopause
2. Meningkatnya jumlah cairan yang keluar dari vagina, berwarna putih atau darah, disertai dengan bau tidak sedap
3. Muncul gejala sering berkemih, urgensi pada saat berkemih, sembelit, dan gejala lainnya
4. Nyeri di beberapa bagian tubuh
5. Berat badan menurun drastis, anemia, deman, dan kegagalan fungsi organ tubuh.

Diagnosa Kanker Serviks
1. Rutin melakukan pemeriksaan ginekologi dapat membantu mendeteksi kanker serviks sejak dini
2. Radang serviks mungkin dapat berkembang menjadi kanker serviks, sehingga pasien perlu secara aktif melnjalani pengobatan
3. Memahami gejala awal kanker serviks. Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, segeralah melakukan pemeriksaan ke dokter.

Stadium Kanker Serviks
• Stadium 0
Kanker masih terbatas pada daerah leher rahim, kanker serviks stadium 0 juga disebut karsinoma in situ.
• Stadium I
Kanker terbatas pada serviks, mulai muncul gejala penyebaran.
• Stadium Ⅱ
Penyebaran ke vagina, belum mencapai 1/3 dari vagina atau telah  menyebar ke jaringan belum mencapai dinding panggul.
• Stadium Ⅲ
Kanker telah menyerang 1/3 bagian bawah vagina atau telah menyerang panggul, muncul hidronefrosis pada kedua ginjal.
•Stadium Ⅳ
Kanker telah menyerang alat reproduksi secara keseluruhan atau telah melewati lingkup panggul, serta adanya penyebaran langsung ke rektum, kantung kemih atau bahkan metastasis jauh.

Perawatan Kanker Serviks Pasca Operasi

1. Pola makan
Perbanyak konsumsi vitamin, makanan tinggi protein dan gampang dicerna, membantu pasien kanker serviks meningkatkan kekebalan tubuh.
2. Terapi Fisik
Melakukan latihan pernapasan perut, memperkuat otot saluran kecing, melatih kemampuan kontraksi sfingter uretra, membantu pemulihan saraf kantung kemih yang terluka.
3. Perawatan Psikologis
Pasien kanker serviks rentan merasa ketakutan, gelisah, dan perasaan lainnya, keluarga perlu memberi perhatian dan dukungan.
4. Perawatan Kebersihan
Setiap hari setelah operasi lakukan pembersihan 2x pada vulva dan uretra, dapat mengunakan antibiotic untuk mencegah infeksi luka.

Apa Saja Bantuan Yang Didapat?

St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou mengkombinasikan 18 teknologi pengobatan kanker “Minimal Invasif”, menggabungkan keunggulan dari pengobatan Timur dan Barat, menciptakan model pengobatan “Kombinasi Pengobatan Minimal Invasif Bertarget Timur dan Barat” untuk mengobati kanker serviks. Dalam proses pengobatan, metode-metode ini didukung dengan pengobatan tradisional China, memanfaatkan efektifitas pengobatan tradisional China untuk melawan kanker dan meningkatkan imunitas, menggabungkan keunggulan pengobatan barat dan timur, sehingga dapat meningkatkan hasil pengobatan dengan lebih baik lagi.

Dipublikasi di JCI, Modern Cancer Hospital Guangzhou | Tinggalkan Komentar

Tumor Hati Tidak Dapat Diangkat? Nanoknife Solusinya

St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou berhasil menerapkan teknologi Nanoknife pada pasien kanker hati primer

Pada 30 November 2016 pagi, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou sekali lagi berhasil menerapkan teknologi Nanoknife pada pasien kanker hati primer. Dengan dipimpin oleh dr. Bai Haishan yang telah berpengalaman bedah selama lebih dari 30 tahun, pengobatan kali ini dianggap berhasil. Setelah pengobatan selesai, pasien tidak mengalami rasa nyeri, demam atau efek samping pasca pengobatan lainnya. Melalui pengawasan ketat selama 1 malam oleh staff medis di ICU, saat ini pasien telah kembali ke kamar rawat inap dengan kondisi yang sangat bagus.

601
Dr. Bai Haishan saat menusukkan jarum ke tumor hati
Mr. Pan adalah pasien berusia 51 tahun asal Vietnam, pada bulan Juli lalu, melalui CT- Scan ditemukan adanya tumor berukuran 4×4.3cm di lobus kiri liver, dengan kadar AFP 665ng/ml. Dokterl lokal menyarankannya untuk menjalani operasi pengangkatan, namun ia menolaknya dan memilih pulang ke rumah menjalani obat herbal China. Pada 11 November, Mr. Pan kembali melakukan pemeriksaan ulang, dari hasil CT dan tes darah menyatakan bahwa ukuran tumor di lobus kiri liver membesar dari pemeriksaan sebelumnya, AFP 1225ng/ml. Kondisinya memburuk.

656
Ablasi dengan tegangan, sesuai ketentuan, menusuk kanker tepat sasaran
Tumor Dekat Dengan Organ Vital, Operasi Konvensional Berisiko Besar

19 November 2016, Mr. Pan mendatangi St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, ia menjalani serangkaian pemeriksaan, dan terdiagnosa kanker hati primer sel epitel diferensiasi sedang stadium II. Saat ini, tumornya sudah mencapai 5cm, AFP 900ng/ml. Ahli bedah St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, dr. Bai Haishan menuturkan, karena pasien terdiagnosa kanker hati primer,  pasien dapat memilih metode operasi atau ablasi, namun kesulitan yang akan ditemui adalah, “Tumor pada tubuh pasien dekat dengan organ vital, kiri dekat dengan perlekatan perut, sebelah kanan dekat dengan pembuluh darah besar bagian hati, Operasi mungkin dapat melukai dinding lambung, mengakibatkan lubangnya lambung dan risiko lainnya. Selain itu, Ablasi konvensional tidak mudah mencapai efek pengobatan radikal,” ungkap dr. Bai Haishan.

751
Dalam mesin, dipastikan dulu jarum dapat menutupi tumor keseluruhan, baru dilakukan prosedur

Nanoknife Sangat Aman

Terhadap tumor Mr. Pan, tim MDT St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou segera melakukan beberapa diskusi, dan akhirnya diputuskan untuk diterapkan metode Nanoknife. Saat proses ablasi, selaput sel kanker akan diserang menggunakan tegangan tinggi yang dikeluarkan oleh jarum elektroda, membentuk elektroporasi permanen (IRE), merusak keseimbangan sel dan membuat sel mati dalam waktu https://www.viagrapascherfr.com/acheter-viagra-pfizer-joke/ singkat.

841
Menyerang tumor dengan tegangan, membuat elektroporasi permanen di atas membran sel, membuat sel kanker mati dalam waktu singkat

Dr. Bai Haishan mengungkapkan, dibandingkan dengan ablasi lainnya, Nanoknife adalah jenis teknik ablasi “non-termal”, dengan metode ini tidak akan ada lagi ablasi yang tidak tuntas karena letak tumor di dekat pembuluh darah besar. Selain itu, Nanoknife juga tidak akan melukai pembuluh darah dan saraf lainnya, serta dapat menjaga jaringan penting di daerah ablasi. “Bagi pasien yang tidak bersedia menjalani operasi atau karena tumor terletak di sekitar jaringan penting sehingga tidak dapat menjalani operasi, Nanoknife adalah pilihan pengobatan yang aman dan memiliki hasil yang setara dengan operasi,” jelas dr. Bai Haishan.

921
2 hari setelah pengobatan, dr. Bai Haishan mengunjungi Mr. Pan

2 hari setelah pengobatan, Mr. Pan telah dapat berjalan secara normal kembali, nafsu makan, kualitas tidur, dan kondisinya telah pulih. Pukul 11.00 siang, dr. Bai Haishan secara khusus datang untuk berkunjung ke kamarnya. Menurut observasi dr. Bai Haishan, jika pasien terus berpartisipasi dalam pengobatan, ada harapan untuk sembuh dari penyakitnya dan mendapatkan hasil pengobatan yang menyeluruh.

Dipublikasi di Modern Cancer Hospital Guangzhou, Nanoknife | Tinggalkan Komentar

Pengobatan Kombinasi, Membuat Tumor di Lambung Pasien Menghilang

Bui Ba Hien, tahun ini berusia 34 tahun, asal Vietnam, seorang pasien kanker lambung, pada Juli 2016 mendatangi St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, pemeriksaan menunjukkan ia terdiagnosa kanker lambung stadium 3. Sebelum datang ke rumah sakit, Bui Ba Hien telah melakukan pemeriksaan di rumah sakit lokal Vietnam dan terdiagnosa kanker lambung. Dokter menyarankan untuk Operasi, namun Bui Ba Hien menolaknya, ia berharap bisa menemukan rumah sakit dan pengobatan yang lebih bagus.

Melalui pertimbangan, ia datang ke China, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou. Tim MDT merancangkan rencana pengobatan Minimal Invasif dengan Intervensi sebagai pengobatan utama. Setelah melakukan Intervensi, kondisi Bui Ba Hien terkontrol, tumor marker dari 3954u/ml menurun hingga 78u/ml. Agar pengobatan semakin tuntas, mengikuti saran dokter, ia menjalani pengangkatan lambung.

Terhadap Operasi pengangkatan, sebenarnya Bui Ba Hien memiliki beberapa kekhawatiran: Operasi apakah dapat berhasil? Apakah setelah Operasi dapat pulih keseluruhan, setelah pengangkatan bagaimana harus bertahan hidup? Apakah dapat kembali pulih sehat seperti sebelumnya? Hal-hal ini bagi Bui Ba Hien belum semua belum pasti, namun dokter memberikan jawaban, saat ini operasi adalah pilihan pengobatan yang sangat tepat baginya.

11 September 2016, adalah hari di mana Bui Ba Hien menjalani Operasi, tegang dan takut dirasakannya, namun yang mengejutkan Operasi berjalan sangat lancar, lambung diangkat secara keseluruhan, setelah Operasi kembali pulih normal, meskipun beberapa waktu setelah operasi berat badan sempat turun drastis, namun setelah pemulihan di rumah selama 1 bulan, berat badannya lambat laun bertambah, dan semua mulai kembali normal.

Bulan November awal tahun 2016, kami bertemu dengan Bui Ba Hien di kamar pasien, setelah operasi ia lebih kurus, namun terlihat semangatnya tetap bagus. Saat kami pergi mengunjunginya, ia sedang makan seafood. Namun bagi Bui Ba Hien itu semua baru setengah matang, ia harus menunggu makanan dimasak sampai lunak, sampai menjadi bubur. Setelah Operasi, tidak memiliki lambung, ia hanya bergantung dengan usus untuk mencerna makanan, hanya dapat makan makanan cair, dan karena penyerapan di usus tidak begitu bagus, setiap 1 jam sekali ia akan merasa kelaparan, 1 hari perlu makan beberapa belas kali. Orang normal lainnya sulit membayangkan apa yang dirasakan Bui Ba Hien, baginya ini juga bukan pengalaman yang menyenangkan. Namun saat disinggung mengenai ini, ia malah dengan terbuka berkata: “Dibanding dengan ketakutan yang saat kanker masih ada, sekarang malah lebih santai.” Ia merasa beruntung telah memilih pengobatan ini, sampai saat ini, tumor di tubuhnya sudah tidak ada lagi.

Saat pengobatan, yang paling membuat Bui Ba Hien takut bukan rasa sakit, namun ancaman kematian, ia baru berusia 34 tahun, masih dalam masa muda dan fit, ia memiliki istri yang cantik, 2 anak yang lucu, dan orang tua yang masih perlu dinafkahi, ia memiliki terlalu banyak tanggung jawab dan hal yang tidak rela ditinggalkan, ia tidak boleh menyerah, harus hidup dengan giat. Harapannya setelah pengobatan adalah dapat hidup sehat dan kembali kerja secara normal, melanjutkan tanggung jawab sebagai anak, suami, dan ayah. Untungnya, melalui Intervensi + Operasi, ia sedang pulih kembali, semua masih ada harapan!

Dipublikasi di Modern Cancer Hospital Guangzhou | Tinggalkan Komentar

Surgery is Not the Only Way to Treat Ovarian Cancer

LANDRIANY, an Indonesian, is 50 years old this year (2016). She was diagnosed with ovarian cancer in 2014. She took surgery and chemotherapy which made her lose hair completely. The doctor in Indonesia asserted her condition was too serious to perform surgery. But she consoled herself with faith of Christianity, and held that “Although reality cannot be changed, everything will be better as long as I accept cancer and take treatment positively”.

Possibly because the God heard her devout prayer, her hair has been grown again. Now, LANDRIANY’s condition is under control effectively and in good condition, and doesn’t look like a cancer patient. In the face of camera, this brave anticancer warrior told us her anticancer experience calmly.

Surgery + Chemotherapy Made Her Suffering

LANDRIANY told us that there were signs for ovarian cancer. In 1998, she had found out abnormality of health. Every month, she got severely painful menstruation. It was too suffering to bear, so she got check-up and treatment in the local hospital, and she took one ovarian removal. Subsequently, her dysmenorrhea was alleviated and she became normal. She thought the sufferings ended, but it was just the beginning.

In 2014, she suffered from ovary bleeding with server pain, and was diagnosed with ovarian cancer stage II, 6 cm tumor in her ovary. She got surgery in local doctor, which removed the tumor effectively. However, in 2015, cancer came back to her with metastasis to bowel. The local doctor gave up performing another surgery to her for her serious and dangerous condition.

Whereafter came the woe. LANDRIANY took three courses of chemotherapy. However, her condition could not be controlled but became worse and worse, with tumor growth from 6cm to 11 cm. The symptoms of urinary and fecal discharge difficulty, body pains etc aggravated; her cancer stage became IV from II. Besides, the side effects of chemotherapy were obvious, including nausea, vomiting, hair loss etc.

Minimally Invasive Therapy Gave Her Hope

By chance, LANDRIANY knew about St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou from newspaper and the Internet where introduction of minimally invasive therapy for ovarian cancer was shown. With advantages of no-surgery, small trauma, few side effects etc, minimally invasive therapy attracted her a lot. So she went to Surabaya office of Modern Cancer Hospital Guangzhou for consultation.

When she knew about cancer patients whose condition was worse than her got effective treatment in Modern Cancer Hospital Guangzhou, she determined to fly to China. On Nov. 17th, 2015, LANDRIANY held the last glimmer of hope to arrive at Modern Cancer Hospital Guangzhou.

Interventional Therapy & Microwave Ablation Treat Ovarian Cancer Easily

Based on her individual condition, professional MDT (multidisciplinary team) customized personalized “interventional therapy + microwave ablation” treatment programme to her.

According to LANDRIANY’s attending doctor, interventional therapy treats tumor locally under the imaging equipment via millimetric incision on the skin, with advantages of small trauma, strong targeting, few side effects, good effect etc, which is more suitable for those patients who cannot be treated by surgery at middle and advanced stage like LANDRIANY. Combined with advanced naturopathy—microwave ablation that treats tumor with the highest inactivation rate currently, interventional therapy can make the maximally effect with few side effects.

LANDRIANY said, “During my first interventional therapy in the operating room, because it is topical anesthesia, I stayed awake and I did not feel any pain. It just needed half an hour. After the therapy, my tumor began to shrink. I have got improvement a lot and my hair has begun to grow gradually. These minimally invasive treatments cannot be found in Indonesian hospitals which have only surgery, chemotherapy and radiotherapy.”

So far LANDRIANY has taken 5 courses of interventional therapy and 2 courses of microwave ablation. Her tumor has shrunk to 6 cm with stable condition. When she was asked for her wish after discharge, she said, “I want to get rid of cancer radically and return to normal life.” Optimism was a good medicine for treating pain. We believed that her wish would come true soon.

Dipublikasi di 未分类 | Tinggalkan Komentar